Review Software GCompris untuk Melatih Kecerdasan Anak

Anak zaman sekarang lebih banyak berinteraksi dengan gadget mereka. Jika tanpa filter, apa yang mereka lihat sehari-hari lebih banyak terkontaminasi dengan konten yang tidak berfaedah. Meskipun minimalnya hanya sebatas hiburan semata tapi jika terlalu banyak justru tidak baik juga. 

Karena pokok permasalahannya adalah masa keemasan yang mestinya dipupuk dan dikembangkan. Bukannya dimanjakan dengan tontonan di luar batas usia dan kewajaran sesuai budaya ketimuran. Apalagi jika disandingkan dengan norma agama sesuai keyakinannya masing-masing.

Padahal kemajuan teknologi juga seiring sejalan dengan perkembangan ilmu dan pengetahuan. Sehingga bukan sesuatu yang sulit untuk menghadirkan teknologi yang mengedukasi. Dan pemanfaatan kemajuan zaman yang seperti inilah yang diharapkan mendukung anak-anak dalam belajar. 


Pilih Mana: Ponsel atau Laptop/Desktop?

Ketika berbicara tentang perangkat hardware apakah yang cocok diberikan untuk anak-anak. Tentu saja ada banyak poin pertimbangan terkait faktor kebutuhan dan keselamatan anak-anak. Dan sebelum memutuskan pilihan tersebut memang harus benar-benar memahami tujuan penggunaan serta usianya.

Namun secara penilaian pribadi penulis setelah melihat lingkungan sekitar. Maka, secara umum bisa dikatakan bahwa komputer dengan sistem operasi GNU/Linux itulah yang terbaik. Alasannya karena lebih memungkinkan untuk pengembangan keterampilan komputasi.

Ditambah lagi justru melalui ponsel itulah anak-anak dapat mengakses konten yang tidak sesuai di internet. Berbeda dengan komputer dengan sistem operasi GNU/Linux. Karena Google Chrome di OS Linux tidak akan terbuka hingga kita memasukan kata sandi. Dan setelan ini secara otomatis disodorkan kepada pengguna Linux meskipun pada saat install OS kita tinggal next....next.....doang.

Selain itu paparan layar ponsel dengan layar lebih kecil juga memengaruhi kesehatan mata anak-anak. Meskipun memang tidak dipungkiri jika layar komputer juga memiliki radiasi. Namun dari sisi jarak seseorang dengan perangkat lebih memungkinan pengguna ponsel yang lebih banyak terpapar.


Pencegahan Untuk Meminimalisir Efek Negatif 

Resiko apapun selalu ada meskipun kita memilih ponsel ataupun komputer. Terutama pada kesehatan mata karena indera itulah yang banyak bersentuhan secara langsung. Untuk itulah di bawah ini merupakan tips yang bisa dilakukan untuk mengurangi efek negatif tersebut. 

1. Mengatur jarak pandang

Pastikan anak menatap layar perangkat dalam jarak yang aman, yaitu sekitar 50-60 cm dari mata.

2. Mengatur waktu penggunaan

Batasi waktu anak menatap layar perangkat agar tidak terlalu lama. Selain itu beri jeda setiap 20-30 menit untuk memandang benda yang berjarak jauh, alam yang luas atau tanaman yang hijau.

3. Mengurangi kecerahan layar (brightness)

Atur kecerahan layar sesuai dengan kondisi pencahayaan. Bagi pengguna Linux yang mengalami kerusakan keyboard bisa lihat cara mengatur kecerahan layar ini.

4. Perbanyak aktivitas di luar ruangan

Ajak anak untuk menyelingi kegiatan dengan banyak aktivitas di luar ruangan. Cara ini sekaligus arahan langsung agar menghindari penggunaan perangkat secara berlebihan. Sehingga mata anak dapat beristirahat dengan suasana alam yang menyegarkan. 


Software Edukasi untuk Anak di Komputer

Setelah mengambil keputusan perangkat yang akan digunakan. Pada tahap ini kita menentukan software edukasi mana yang akan kita berikan kepada anak-anak. Dalam hal ini, sebetulnya ada banyak software edukasi yang dikenal di dunia open source. 

Bahkan beberapa distro Linux ada yang mengkhususkan ke arah pendidikan dan edukasi. Sebut saja salah satunya adalah distro Edubuntu. Distro ini merupakan distro Linux Ubuntu yang fokus dengan software edukasi.

Lalu bagaimana jika bukan pengguna Edubuntu? Bagaimana jika mereka tidak menggunakan Linux? Atau bahkan bagi mereka yang tidak mempunyai komputer? Apakah masih ada aplikasi pendidikan yang bisa digunakan? Misalnya hanya mengandalkan melalui ponsel Android saja?

Salah satu jawabannya adalah software GCompris. Software ini bahkan tersedia untuk Windows, MacOS, Android, Raspberry Pi dan terakhir tentu saja GNU/Linux beserta semua turunannya. Untuk itulah, saya ingin mengeksplor lebih jauh tentang software semisal ini. Dan kita mulai dengan software edukasi yang dikenal dengan nama GCompris berikut ini.


Software Edukasi GCompris untuk Melatih Kecerdasan Anak

Software GCompris memiliki modul pengajaran yang banyak jika dibandingkan dengan software sejenis. Sebagai pembanding sebut saja Tux Math yang hanya khusus untuk pembelajaran Matematika. Dan Tux Type yang lebih khusus menyasar tujuan agar bisa mengetik 10 jari. Untuk program terakhir ini semisal Typer Shark jika menggunakan sistem operasi Windows. Meskipun software yang disebutkan di atas semuanya multi platform kecuali Typer Shark yang khusus untuk Windows.

Nah, saya ajukan pertanyaan dulu:"Percaya tidak? Seorang anak kecil belum masuk sekolah PAUD atau TK tapi sudah menghafal angka 1 - 10? Sudah mengenal beberapa huruf yang lumayan banyak meskipun belum semuanya? Dan kemampuan lainnya seperti bermain logika dan yang lainnya?

Jika tidak percaya silahkan coba untuk menggunakan program GCompris ini. Karena didalamnya terdapat banyak modul pembelajaran yang sangat bermanfaat, diantaranya adalah:

1. GCompris mengenalkan huruf kapital, huruf kecil dan angka.

GCompris menyediakan alat yang menyenangkan untuk proses pembelajaran bagi anak-anak. Didalamnya ada pengenalan huruf kapital, huruf kecil serta angka. Cara kerjanya sangat mudah dan disertai dengan gambar animasi yang menarik. Anak-anak tinggal disuruh untuk menekan tombol pada keyboard sesuai huruf yang muncul di kanan bawah.

Review Software GCompris untuk Melatih Kecerdasan Anak

Jika kemudian si anak berhasil menekan tombol huruf yang dimaksud. Kemudian terdengarlah suara dari komputer yang membacakan huruf yang ditekan tersebut. Namun apabila salah menekan tombol yang keluar hanya suara notifikasi kesalahan. Dan ini bisa menjadi teman belajar yang sangat menyenangkan. Karena tanpa disadari anak-anak akan mengingat huruf-huruf dan angka tersebut.

2. GCompris Mengenalkan Penggunaan Mouse

Penggunaan mouse bagi orang yang belum mencobanya akan terasa kaku. Meskipun orang tersebut mencoba memulainya ketika sudah dewasa. Nah, GCompris juga menyediakan alat untuk membantu anak-anak menggunakan mouse komputer.

Cara kerjanya ada beberapa macam yang dibagi dalam beberapa permainan. Misalnya ada yang khusus untuk mengarahkan pointer sesuai blok yang masih terlihat. Nanti ketika blok tersorot oleh pointer tersebut akan menghilang sehingga memunculkan sebuah gambar yang sempurna. Dan pada bagian lainnya dikenalkan juga dengan model yang sama namun untuk penggunaan klik (klik kiri), klik kanan, double klik (klik ganda) dan drag and drop (seret dan letakan).

3. GCompris Melatih Penulisan Huruf dan Angka

Salah satu yang menarik perhatian anak-anak yaitu permainan menggambar dan mewarnai. Dan pada bagian menggambar ini ada yang nantinya menghasilkan sebuah huruf. Dan ada lagi permainan sejenis yang proses gambarnya menghasilkan angka.

Adapun caranya juga cukup mudah karena anak hanya melakukan klik serta mengarahkan mouse sesuai pola gambar yang sedang dikerjakan. Meskipun saat ini masih menggunakan mouse untuk menulis huruf dan angka. Diharapkan ketika belajar langsung melalui papan tulis bisa mengerjakannya dengan tepat. Untuk itu, latihan menggunakan software GCompris ini tidak cukup hanya dengan komputer semata. Karena untuk mendapatkan hasil yang sempurna, anak-anak sebaiknya diberikan papan tulis khusus beserta spidol atau kapur warna untuk menyalurkan imajinasinya di dunia nyata.

4. GCompris Sebagai Teman Belajar Matematika Dasar

Software GCompris juga disertai dengan permainan yang mengasah kemampuan matematika. Misalnya permainan mengurutkan angka, belajar angka desimal, bilangan genap, bilangan ganjil, mengingat angka serta belajar penambahan dan pengurangan.

Untuk prakteknya nanti silahkan bimbing secara berjenjang. Karena tidak mungkin seorang anak bisa mengikuti permainan tebak angka. Sedangkan tahap awal berupa pengenalan angka saja tidak dilalui. Oleh karena itu silahkan bimbing dari tingkat dasar terlebih dahulu. Untuk angka bisa dikenalkan mulai dari angka 1 - 10 terlebih dahulu.

5. GCompris Sebagai Teman Belajar Logika

Selain mengasah kemampuan artimatika dasar, GCompris juga disertai dengan permainan logika. Seperti contoh di bawah ini yang mengingatkan soal-soal ujian psikotes ketika kenaikan kelas atau pendaftaran ke sekolah dengan jenjang yang lebih tinggi. Tes semacam ini pernah saya temui pada saat masuk penjurusan ketika masih di SMA. Kemudian saya temui ketika mengikuti tes masuk sekolah kedinasan meskipun pada akhirnya gagal. Selanjutnya ketika mencoba mencicipi bangku kuliah meskipun sebentar. Dan yang terakhir ketika mengikuti salah satu tes masuk di sebuah pabrik perakitan mobil di kawasan Sunter - Jakarta.

Permainan di atas disuguhkan oleh GCompris dengan bentuk yang menarik. Kita hanya menjelaskan saja pada anak. Bahwasanya interval banyaknya buah di atas merupakan pernyataan. Sedangkan pertanyaannya ada pada baris kedua. Kemudian si anak diajarkan agar bisa menjawab dengan memilih salah satu buah yang berada di baawahnya. Jika kemudian jawabannya benar maka buah tersebu akan nampak di atas (pada baris dua). Namun jika salah terdengar jawaban untuk memeriksa kembali.

6. GCompris Mengajarkan Algoritma dan Dasar-dasar Pemograman

Yang paling menarik dari GCompris adalah pengajaran terkait algoritma dan dasar-dasar pemograman. Sebagaimana terlihat pada gambar screenshot di bawah ini yang sedang mempelajari skema listrik digital. Dimana diketahui didalamnya (jika mau dianalogikan); tidak ada listrik dikodekan dengan angka 0. Sedangkan adanya listrik dikodekan dengan angka 1. 

Lalu bagaimana jika rangkaiannya terdiri atas dua jalur 0 dan 1? Di sini kemudian diterapkan pengetahuan kita tentang operator logika dalam ilmu Algoritma. Seperti terlihat di atas ada operator AND dan operator OR yang berwarna biru. Lalu bagaimana caranya agar lampu tersebut menyala? Ini merupakan dasar-dasar ilmu pemograman meskipun digambarkan dengan skema listrik digital. Karena memang secara kode juga sama; 1 itu ada listrik dan 0 itu tidak ada listrik. Tinggal nanti prakteknya saja Jika 1 AND 1 = / 1 AND 0 = ? Dan ini bisa dilihat hasilnya dengan kondisi lampu yang menyala atau tidak (Lebih jelasnya ini harus ada pembahasan khusus yang mungkin bisa dibuat sebuah artikel).

7. GCompris Mengenalkan Waktu Melalui Kalender dan Jam

Setelah anak berhasil memahami konsep angka pada pelarajaran sebelumnya. Permainan selanjutnya mengajak agar anak-anak bisa memahami waktu. Konsep waktu ini juga penting selain bisa diintegrasikan bersama kegiatan di dunia nyata. Seperti adanya waktu pagi, sore, siang dan malam. Dan bagi umat Islam bisa dikenalkan konsep adanya waktu maghrib, isya, shubuh, dzuhur dan ashar.

Dan poin yang dibahas pada software GCompris diantaranya adalah permainan jam dan kalender. Permainan ini juga dibutuhkan kemampuan anak sebelumnya terkait dengan angka. Minimal, anak-anak sudah memahami angka 1 - 10 agar tidak merasa bingung ketika melihat jam di dinding atau software.

8. GCompris Mengajarkan Nominal Uang Jajan dan Uang Kembalian

Hal yang tidak kalah penting adalah masalah jajan anak-anak. Namun poin yang ditekankan bukan jajanannya. Melainkan pada proses pembelian yang menggunakan uang dan kembaliannya. Dari sini dicontohkan misalnya ada buah pisang dengan harga Rp. 3. Kemudian si anak mempunyai uang dalam bentuk koin yang masing-masingnya bernilai Rp. 2, Rp. 2 dan Rp. 1. Kemudian si anak diminta agar bisa membeli buah tersebut sesuai dengan nominal uang yang dimiliki.

Pada asalnya, software ini menggunakan bahasa dan pengaturan sesuai bahasa Inggris. Sehingga nominal yang digunakan adalah mata uang dollar. Nah, berbicara tentang mata uang.... sepertinya uang dollar lebih terintegrasi dengan permainan. Berbeda dengan kita yang ketika menyebutkan uang maka nominal paling rendahnya sudah ratusan dan ribuan. Tapi ya sudahlah, ini juga mending ada software edukasi yang bisa diterjemahkan menjadi bahasa Indonesia.

9. GCompris Disertai Keterampilan Lainnya yang Bermanfaat

Software GCompris mempunyai banyak permainan edukasi yang bisa dijabarkan satu persatu. Namun karena keterbatasan saya hanya menyebutkan beberapa saja diantaranya. Karena selain yang sudah disebutkan di atas. Ada juga permainan yang mengasah keterampilan anak dengan praktek membaca mendatar, membaca menurun, mengurutkan kalimat, mencocokan benda, belajar mewarnai, mengelompokan benda dan lain-lain

Terakhir, yang tidak kalah penting untuk disebutkan adalah kemampuan GCompris sebagai teman belajar mengenal huruf Braile. Huruf ini sangat dibutuhkan bagi teman-teman yang ditakdirkan tunanetra. Sehingga, penggunaan software GCompris ini layak untuk digunakan baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. 


Penutup

Software ini saya rekomendasikan mengingat beragam manfaat yang bisa didapat dari GCompris. Software ini juga bisa menjadi pengalihan kecanduan anak-anak dari game yang tidak berfaedah. Sehingga, sangat diharapkan jika software ini bisa tersedia di laboratorium sekolah.

Begitu juga dengan kondisi sebuah desa yang maju dan berhak diijuluki sebagai kampung digital. Dengan keberadaan software ini sangat mungkin akan melahirkan generasi yang cerdas. Dan mudah-mudahan, kontribusi saya melalui tulisan ini semoga saja bisa bermanfaat.

Demikian, semoga menginspirasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar