Tidak Meneruskan Menjadi Publisher Ezoic? Blogger Harus Tahu Ini

Pernahkah membaca review tentang Ezoic dengan menggunakan Blogger? Sebelum mempercayai semua ulasannya alangkah lebih baik periksa terlebih dahulu. Karena banyak website yang berbicara panjang lebar tapi mereka sendiri BELUM PERNAH menggunakannya.

Pertanyaan sederhananya:"Mengapa mereka menghasung agar orang lain melakukannya akan tetapi mereka sendiri tidak?" Jangan-jangan tulisan tersebut tidak berdasarkan pada pengalaman sendiri. Karena sangat banyak website yang mengejar target penulisan namun lebih banyak copy paste.

Tentu saja dengan kata-kata semisal:"Wahai Blogger, Maksimalkan Pendapatan Iklan Adsense Anda Dengan Ezoic! Penghasilan akan Meningkat Sekian Dollar". Semua orang akan tertarik untuk membacanya dan bahkan bisa juga ada yang langsung mempraktekannya.

"Toh kalau pun tidak menghasilkan bisa dicopot lagi kan?" Begitu pembelaan dari diri kita sendiri yang terkadang gelap mata. Padahal di sana ada waktu yang harus dikorbankan yang efeknya mengurangi kegiatan utama seorang Blogger dalam menulis artikel.

Oleh karena itu, bahasan kali ini akan ikut mewarnai tulisan tentang review Ezoic. Hanya saja tulisan ini tidak melulu menunjukan yang terlihat manisnya saja. Yang paling terpenting dari semuanya adalah:"Apakah fitur yang dimiliki Blogger itu kompatibel dengan sistem Ezoic seluruhnya?"


Apa itu Ezoic?

Ezoic adalah salah satu Mitra Publisher Bersertifikasi Google (Google Certified Publishing Partner) yang sekaligus juga sebagai mitra Cloudflare dalam teknologi lainnya. 

Ezoic memungkinkan pemilik situs web untuk mengintegrasikan platform mereka ke dalam situs web dan secara otomatis mengatur dan mengoptimalkan tata letak, penempatan iklan, dan konten situs web untuk mendapatkan hasil terbaik.

Mereka menggunakan kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin untuk menganalisis data dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kinerja situs web.

Dengan menggunakan Ezoic, pemilik situs web dapat menguji berbagai tata letak iklan, ukuran iklan, dan penempatan iklan untuk menemukan kombinasi yang paling menguntungkan. Dan itu dilakukan oleh Ezoic secara otomatis menggunakan kecerdasan buatan.

Ezoic juga menyediakan tool yang disediakan gratis bagi publisher. Seperti peningkatan kecepatan website dengan "Leap". pembuatan konten video otomatis dengan "Flickify", optimasi SEO dengan "NicheIQ", serta "Humix" dan "Analytics" yang berguna bagi pemilik website.


Apa yang Sudah Saya Lakukan di Ezoic?

Sebagai manusia biasa saya termasuk tertarik ingin meningkatkan penghasilan. Meskipun saat ini masih tercatat menjadi publisher Google Adsense. Apalagi disebutkan bahwa itu tidak menjadi masalah jika keduanya dipasangkan secara bersamaan.

Singkat cerita saya berhasil mendaftarkan diri menjadi publisher Ezoic. Namun karena masih pemula kemudian dimasukan ke level "Access Now". 

Adapun skor terakhir ketika meninggalkan Ezoic yaitu 77. Dengan "All Optimization Opportunities" yang sudah terlampaui yakni "Beginner" dan "Novice". Terakhir, "Intermediate" masih dalam proses karena ada "Pages without revenue" yang belum mencapai nilai "100".

Berikut ini tangkapan layar penghasilan dari Ezoic saya yang tidak satu bulan bergabung di sana.

Jika ditotal mungkin baru sekitar $2.77 sehingga belum bisa diambil karena masih jauh dari minimal penarikan. Oh ya, screenshot yang diambil di bawah ini setelah optimasi dan pengaturan lainnya saya cabut. Sebelumnya waktu masih aktif di sana tidak ada notifikasi "New maximize your sites revenue".


Mengutamakan Testimoni Nyata dari Pelaku

Terstimoni tentang Ezoic banyak kita dapati di internet dengan jawaban rata-rata. Saya termasuk yang membaca testimoni mereka sebelum bergabung dengan Ezoic. Sayangnya, untuk menemukan testimoni dari Blogger dengan bahasa Indonesia yang bergabung dengan Ezoic saya dapati paling sedikit.

Kecuali sebatas menulis ulasan yang panjang lebar tentang Ezoic dan tetek bengeknya. Namun ketika dicek melalui "https://nama-situs-blogger/ads.txt" terbukti mereka belum atau tidak membuktikannya. Ini berbeda dengan blog saya yang saat ini sudah melepaskan setingan ads.txtnya Ezoic.

Ada juga pemilik blog dengan bahasa Indonesia yang mengulas tentang Ezoic. Hanya saja platform yang digunakan menggunakan Wordpress. Sehingga tidak bisa dijadikan sebagai acuan seluruhnya terutama ketika mendapati masalah antara Blogger dan Ezoic.

Oleh karena itu, saya tuliskan testimoni terkait Ezoic dari sudut pandang Blogger ini. Mudah-mudahan ini memicu tanggapan para ahli yang sudah berkecimpung lama di dunia Blogger. Khususnya, barangkali ada yang masih bergabung dan tetap berhasil meskipun menggunakan Blogger?

Jangan-jangan ada yang saya tidak ketahui yang harusnya saya belajar dari mereka. 


Cara Melihat Blogger yang Bergabung dengan Ezoic

Jawaban singkat tentang Ezoic di situs quora dan yang semisalnya merupakan jawaban umum. Sangat disayangkan jika kita langsung mengambil kesimpulan pada semua keadaan. Oleh karena itu saya berupaya mengambil pelajaran dari pengalaman singkat bersama Ezoic baru-baru ini.

Hikmahnya, nanti ketika ada yang berbicara tentang Ezoic di forum-forum tanya jawab seperti itu. Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah memeriksa website milik narasumber. Caranya yaitu dengan mengunjungi laman "Authorized Digital Sellers" yang tertera di websitenya.

Halaman ini awalnya merupakan sebuah inisiatif dari IAB Tech Lab untuk membantu memastikan inventaris iklan digital hanya dijual melalui penjual resmi yang telah teridentifikasi. Contohnya publisher Google Adsense akan terlihat misalnya: google.com, pub-729xxxxxxxxxx848, DIRECT, fxxc47fecxxxxfa0.

Sedangkan publisher Ezoic akan terlihat daftar akun yang sangat banyak. Sayangnya saya tidak sempat mengambil tangkapan layarnya ketika blog ini masih menggunakan iklan dari Ezoic. Nanti siilahkan coba sendiri pada website lain untuk memeriksa dengan mengunjungi "https://alamat-situs-nya/ads.txt".


Mengapa Ezoic Tidak Cocok Untuk Blogger? Ini Sebabnya

Ezoic adalah sebuah perusahaan teknologi yang menyediakan platform otomatisasi monetisasi dan pengoptimalan situs web. Mereka fokus untuk memaksimalkan pendapatan periklanan dan meningkatkan pengalaman pengguna di situs web.

Tapi tahukah Anda jika ternyata Ezoic ini kurang cocok untuk Blogger? Ini hanya pendapat pribadi yang mungkin tidak akan dianggap benar oleh orang lain. Dan saya menuliskannya agar menjadi pertimbangan. Khususnya bagi yang sama-sama menggunakan platform Blogger seperti blog ini.

Sayangkan jika meluangkan banyak waktu untuk optimasi namun tidak bisa menarik keuntungan? 

Berikut ini ulasan saya secara pribadi berdasarkan pengalaman singkat ketika bergabung dengan Ezoic. Anda siap mendengarnya meskipun diluar ekspektasi selama ini? Jangan menuduh ini bentuk kekecewaan terhadap semua layanan mereka. Tapi ini salah saya yang mendapatkan secuil informasi.

Karena secara pribadi saya masih berharap untuk bergabung kembali. Namun dengan blog baru dengan WordPress self-hosted. Dan entah kapan keinginan ini bisa terwujud di masa mendatang.

A. Pengaturan Ezoic untuk Blogger

Tidak seperti Google Adsense yang cukup dengan meletakan kode iklan setelah resmi bergabung. Ezoic tidak demikian karena sistem Ezoic tidak sesederhana itu. Ya, mereka menggunakan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bahkan sejak peletakan placeholdernya. 

Placeholder ini merupakan ruang yang disediakan untuk menampilkan iklan yang nanti terpilih oleh sistem Ezoic. Sehingga, penempatan placeholder ini saja membutuhkan waktu agar hasilnya benar-benar sesuai dengan standar dari Ezoic.

MIsalnya, skor masalah ini bisa dilihat pada bagian level dashboard terkait "Placeholder Density". Sehingga sangat wajar kan jika membutuhkan waktu yang tidak sedikit? Mungkin untuk mendapatkan hasil yang optimal sekitar 12 minggu-an. 

Dan saya tidak sabar untuk itu apalagi dibarengi dengan fakta yang lain yang tidak mendukung sebagaimana dijelaskan pada poin-poin di bawah ini.

1. Seting API Ezoic 

Semua pengaturan di Ezoic waktu itu sudah selesai semuanya kecuali setting API Ezoic. Karena tidak menemukan tutorialnya berdasarkan platform Blogger saya pun mengabaikannya. Dan memang yang tertulis di dokumentasi manual yang diterbitkan secara resmi dari Ezoic juga tidak ada. Kecuali tutorial seting API Ezoic yang berdasarkan platform Wordpress.

Kemudian waktu pun berjalan kembali dengan rutinitas saya menerbitkan postingan baru. Namun kali ini terasa ada yang berbeda setelah bergabung dengan Ezoic. Karena ternyata, artikel yang baru diposting tidak terlihat pada halaman beranda. Padahal kalau klik icon "View" artikel itu dari dashboard langsung diarahkan pada tab baru menuju artikel tersebut yang ada di blog kita.

Usut punya usut ternyata itu terkait dengan pengaturan API Ezoic yang memang belum saya "Enable". Lha gimana mau bisa "Enable" kalau tidak bisa memasukan kode API Ezoic ke dalam blog saya? Sedangkan tutorial yang ada melalui video dan tulisan tersedia hanya untuk CMS Wordpress.

Untuk itu saya bertanya di grup komunitas Ezoic:"Hi everyone, How do I use the Ezoic API to automatically purge pages from the Ezoic CDN every time a post or page is updated? And I use Blogger (not Wordpress)" yang tidak dijawab sampai beberapa hari.

Kemudian datanglah waktunya seorang tim dari Ezoic yang menjawab pertanyaan saya. Imogen berkata:"sebardi Hey, this is a feature of the Wordpress plugin, so you will not be able to use this unfortunately." Sampai di sini akhirnya semua jelas apa yang harus saya lakukan.


2. CMS yang Terdeteksi Ezoic

Sebelumnya, saya juga sempat bertanya-tanya pada diri sendiri terkait CMS yang terdeteksi oleh mesin AI Ezoic. Pertanyaan tersebut awalnya saya abaikan karena menduga jika kasus seperti itu bukan persoalan yang mendasar.

Namun pada saat "Ads Setup" yang dilakukan mesin AI Ezoic tidak kunjung selesai. Padahal yang tertulis di layar mengatakan "biasanya 3 hari" saja. Sedangkan apa yang alami lebih dari itu sehingga memunculkan keberanian untuk menanyakannya pada tim Ezoic.

Bermodal bahasa Inggris yang pas-pasan serta translate dari Google, Saya lalu bertanya:"Hello everyone. I use blogger but wordpress detected. I checked on leap > measure > leaderboard. Is this okay? and how long does the ads setup take?"

Saya menanyakan hal tersebut sambil menyisipkan tangkapan layar dashboard Ezoic yang mengira blog ini dibangun dengan CMS Wordpress sebagai berikut:

Kemudian pertanyaan saya dijawab oleh Ethan:"sebardi Hello, yes you can use leap and our automatic ad setup process if you're using Blogger - no cause for concern. Just be aware that Blogger may have incompatibilities with Ezoic as opposed to WordPress but we can cross that if we see issues on your site".

Dari jawaban tersebut bisa disimpulkan bahwa hal tersebut tidak menjadi masalah. Namun saya masih meragukannya karena pertanyaan kedua belum terjawab. Padahal sebagaimana tertulis pada layar "This usually takes up to 3 days" Namun setingan belum juga berubah dalam waktu yang sudah lebih lama.

Baru kemudian esok harinya ketika login ke dashboard tidak lagi diarahkan ke setup. Ini menandakan "Ads Setup" yang dilakukan oleh mesin Ezoic benar-benar selesai. Mendapati keadaan itu saya bergegas ke ruang komunitas lalu menjawab:"Ethan, thank you for your support. i feel relieved now".

Pengaturan benar-benar sudah selesai tapi mungkinkah ada campur tangan secara manual? Saya pikir ini bisa saja terjadi karena saya sudah lama menunggu "Ads Setup" ini dalam waktu yang lumayan lama. Namun entah secara kebetulan atau tidak, justru masalahnya selesai setelah bertanya kepada tim mereka.


3. Kecepatan Situs Setelah Bergabung dengan Ezoic

Banyak kelebihan yang dimiliki oleh Ezoic dengan tool yang disediakan secara gratis. Flickify termasuk yang menarik perhatian saya secara pribadi. Namun pada kesempatan kali ini saya ingin berbicara tentang Leap. Sebuah tool dari Ezoic yang berfungsi untuk meningkatkan kecepatan sebuah website.

Setelah bergabung dengan Ezoic saya merasa loading blog saya sedikit lama. Oleh karena itu, mau tidak mau kita harus menggunakan tool yang bisa berfungsi meningkatkan kecepatan loadingnya. Untungnya, Ezoic menyediakan tool gratis untuk tujuan tersebut.

Dengan sigap saya aktifkan fitur tersebut kemudian mencoba peluang apa pun yang bisa dioptimalkan. Dan baru saat itulah saya mengetahui jika Bootstrap dan jQuery kurang bagus untuk membangun sebuah web. Melalui tool yang disediakan oleh Ezoic, library yang disebutkan di atas terasa berat. Sehingga ini mempengaruhi kecepatan loading sebuah website.

Oleh karena itu saya coba optimasi jQuery menggunakan Leap bawaan dari Ezoic. Namun sepertinya kecepatan hanya bertambah sedikit. Tapi itu perasaan saya saja karena saat itu sudah merasa panik. Sehingga tidak ada waktu untuk mengukur kecepatan berdasarkan data.

Yang jelas, pengunjung blog terasa semakin turun jika melihat data di dashboard Blogger. Meskipun fitur "Turn on Ezoic" diturunkan menjadi 25% atau lebih kurang dari itu. Fitur ini merupakan pengaturan lalu lintas data pengunjung yang diarahkan ke server Ezoic. 

Entah benar atau tidaknya kecepatan blog yang berasa turun dibandingkan sebelum bergabung dengan Ezoic. Fakta yang tidak bisa dibantah lagi adalah theme blogger ini yang saya buat dengan Bootstrap dan mengandung library jQuery. Sehingga dari titik inilah masalah kecepatan blog berawal meskipun untuk jQuery sudah diupayakan teroptimasi dengan Leap dari Ezoic.

Oleh karena itu, bagi siapapun blogger yang tertarik untuk mencoba bergabung dengan publisher Ezoic. Maka saran saya pastikan theme Blogger Anda tidak disertai dengan kode jQuery apalagi dibangun dengan bantuan framework seperti Bootstrap salah satunya.


B. Penghasilan Google Adsense untuk Blogger

Poin yang kedua yang menjadi perhatian besar sebelum Anda bergabung dengan Ezoic adalah penghasilan Google Adsense. Sebagaimana kita ketahui, setelah bergabung dengan Ezoic maka langkah yang perlu dilakukan nanti adalah melakukan integrasi Adsense dengan Ezoic.

Dari sana ada fitur "mediasi" yang diharapkan akan meningkatkan pendapatan publisher. Begitu juga kode iklan Google Adsense jika Anda tidak membuatnya otomatis. Untuk mendukung fitur tersebut, kode iklan Google Adsense disarankan agar dibungkus dengan kode iklan dari Ezoic.

Berikut ini poin-poin yang menjadi perhatian saya sehingga memutuskan untuk menunda terlebih dahulu keikutsertaan blog ini menjadi publisher Ezoic.

1. Persentase yang tidak disebutkan

Ketika Anda berhasil menautkan akun Google Adsense melalui dashboard Ezoic. Setelah itu fitur "Mediasi" akan otomatis berfungsi setelah sebelumnya menerim undangan dari Ezoic. Undangan melalui email itu mengaktifkan Ezoic sebagai pihak ketiga yang berhak mengakses dan mengotorisasi akun Adsense Anda. Dengan kata lain, untuk masalah pendapatan dari Google Adsense pun kita serahkan kepada Ezoic yang mengaturnya.

2. Pendapatan Adsense Bulanan Berubah

Poin terakhir yang menjadi bahasan ini terkait dengan penghasilan bulanan dari Google Adsense yang selama ini berjalan. Sebelumnya saya tidak berniat untuk membicarakannya karena ini sensitif. Namun saya timbang kembali sepertinya ini juga harus diceritakan. 

Kesimpulannya, ketika Anda bergabung dengan Ezoic nanti dipastikan akan mendapatkan pendapatan total baru. Selain itu Anda juga tetap mendapatkan penghasilan bulanan dari Google Adsense namun keadaannya berubah.

Dalam hal ini, perubahan pendapatan dari Google Adsense dari masing-masing publisher mungkin berbeda-beda. Ada yang mendapatkan perubahan yang lebih baik dengan keadaan sebelumnya. Atau perubahan awal yang terlihat sedikit merugikan.

Keadaan yang kedua ini seperti halnya apa yang saya rasakan saat ini. Bukti screenshot pendapatan dari Google Adsense bulan ini terlampir seperti di bawah.

Terlihat pada tangkapan layar di atas kan? Di sana tidak ada penambahan saldo padahal bulan ini juga mendapatkan penghasilan? Sebelumnya saya tunggu perubahan ini hingga kemarin tanggal 3. Dan akhirnya dengan berat hati saya menghapus Ezoic sebagai pihak ketiga yang memiliki akses dan otorisasi pada akun Google Adsense saya.


Kesimpulan

Pengalaman setiap publisher Ezoic sangat mungkin berbeda-beda. Beberapa orang mungkin mengalami kenaikan pendapatan sementara lainnya tidak. Oleh karena itu, silahkan lakukan penelusuran lebih mendalam dari publisher Ezoic yang menggunakan Blogger. 

Namun yang pasti ketika Anda memutuskan menggunakan Ezoic. Berarti Anda bergantung pada platform pihak ketiga untuk mengoptimalkan iklan. Tidak berhenti di situ, platform pihak ketiga ini jugalah yang mengelola pendapatannya termasuk Google Adsense.

Efek jeleknya nanti ketika terjadi masalah dengan platform atau adanya perubahan kebijakan yang tidak menguntungkan. Hal itu dapat berdampak negatif pada kinerja dan pendapatan Anda. Mungkin saya termasuk contoh kecil yang bisa dikategorikan kedalam golongan yang tidak beruntung tersebut.

Khusus kasus yang menimpa pribadi saya di sini jangan-jangan inilah konflik kepentingan yang ada di platform Ezoic. Sebagaimana dimaklumi bersama, Ezoic juga berfungsi sebagai jaringan iklan, yang berarti mereka mendapatkan keuntungan dari iklan yang ditampilkan di situs kita. 

Oleh karena itu, pastikan Ezoic ini dalam riset Anda memang benar-benar lebih mengutamakan keuntungan publisher daripada kepentingan mereka sendiri.

Setelah itu Anda bisa memutuskan apakah Ezoic adalah platform yang tepat untuk Anda?

Baca Juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar